Dugaan Pencemaran Limbah Cair PT SUKSES MITRA SEJAHTERA di Sungai Desa Setempat

oleh

JURNALPOLRI.COM – KEDIRI – Dugaan Pencemaran lingkungan pembuangan limbah cair yang berasal dari PT Sukses Mitra Sejahtera yang dialirkan kesungai memicu Beberapa Penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (Lsm Gerak Indonesia) dan Lsm Gelora Cinta Negeri (Lsm GCN) turun kelokasi untuk mengecek Kelapangan. (07/05/2021).

Hasil Penggalian informasi dilokasi masih adanya pembuangan limbah yang dialirkan kesungai, AN (30) Salah satu warga Krandang menjelaskan Pembuangan limbah caer yang dialirkan melalui Pipa yang berasal dari PT SMS, berbau menyengat saat musim hujan dari limbah Pabrik, dari pencucian kayu dan setiap hari minggu dialirkan kesungai

Kepala Desa Krandang kecamatan Keras mengatakan, masalah ijin pembuangan limbah yang dialirkan kesungai, tidak tau tentang keberadaan Pipa yang dialirkan kesungai tersebut, saya masih baru mas, mungkin yang tau kades yang dahulu

Kepala Desa menambahkan, Pernah ada komplin masyarakat kepada Kades yang dahulu akan tetapi sudah diselesaikan, Saya hanya mendengar tetapi belum mengecek kelapangan,terkait pembuangan limbah tersebut hanya ceritanya pabrik tersebut membuang limbah hanya waktu tertentu. Kepala Desa Menegaskan dari pihak Pemdes Krandang tidak memberikan izin terkait pembuangan limbah cair kesungai ucapnya saat dikonfirmasi diruang kerjanya

Achmadi Hiseran Manajer PT Sukses Mitra Sejahtera menjelaskan terkait Pembuangan limbah sudah disetujui oleh pihak DLH kabupaten kediri, dan Kepala Dinas Sendiri yang turun mengecek kelokasi ucapnya, Achmadi Menambahkan Dari Polda Jatim juga pernah mengecek uji kelayakan Operasional Pabriknya, setiap 3 bulan sekali ada laporan tentang limbah dan semua persyaratan baik laporan yang tiga bulan sekali, dan uji lab itu betul-betul berjalan dengan benar.

Andre Kepala Advokasi Lsm Gerak Indonesia saat di konfirmasi oleh team media menyatakan bahwa “Terkait masalah pencemaran lingkungan sebenarnya sudah di atur dalam uu no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dalam uu no 32 tahun 2009 pasal 22 ayat 1 yang di sebutkan bahwa setiap usaha dan / kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal. Dan masalah pelanggaran pencemaran lingkungan hidup di atur dalam uu no 32 tahun 2009 pasal 98 Pasal 98 Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)” Tuturnya.

Sementara itu, Kabid PPLH Dinas Lingkungan Hidup Ahmad saifudin saat di temuan team media dan Lsm menyatakan bahwa terkait limbah PT SMS kediri belum bisa memberikan jawaban mengenai rekomendasi perijinan dampak lingkungan hidup dikarenakan beliaunya masih harus kordinasi sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

 

Reporter: Santo/agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *